6Nopember2008,NgalamCityMungkin semua mengerti Flash. Perkembangan yang sudah cukup melegenda bagi dunia website dan aplikasi interaktif membuat flash dikagumi karena atraksi-atraksi yang mampu di-generate dengan sangat flexible dan kreatif di dalamnya.
Animation is all about....mungkin itu kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan sebuah FLASH.
As time goes by...bermunculan lah beberapa software-software pesaing Flash ini, sampai-sampai ada software yang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk membuat animasi secara template banget seperti yang disediakan di dalamnya...ahhh..mengunci rapat kreatifitas...orang jadi terpaku dengan yang disediakan. Memang kita dimudahkan untuk membuat animasi, tapi perhatikan dengan seksama apa yang ada di dalam Flash...CODES...
Ya...!!!program yang ditanamkan dalam Flash untuk melakukan animasi...
adalah sebuah pemrograman unik berbasis objek bernama ACTION SCRIPT
kalau boleh saya katakan bahwa pemrograman ini adalah VISUALIZED OOP mungkin lebih tepat dari sudut pandang programmer.
OOP yang diusung oleh action script memang sangat powerful bahkan dibandingkan dengan JAVA sekalipun...
tapi apa yang membuat Flash kurang diminati saat ini terutama tren mobile phone adalah GRATISISME...terutama kita makhluk yang tercipta di bumi Indonesia yang permai ini...
Tidak dipungkiri aplikasi mobile sangat diminati, mode embedding Java pun mudah...
Saya sebagai pecandu produk Flash dan sedikit jiwa pengembang Flash sedikit mendapatkan angin segar dengan munculnya Flash Lite, produk saingan Java mobile. Saat ini produk baru HP sudah dilengkapi dengan flash player untuk mendukung aplikasi flash agar dapat di-play dalam HP mereka. Cukup menggugah keinginan untuk membuat aplikasi sederhana-mencandu pada HP menggunakan Flash Lite ini. Memang semua ini butuh proses...dan modal dalam segala aspek...ini untuk menyaingi gerakan Java dalam tren mobile application.
Angin segar lain untuk menyaingi aliran gratis Java adalah munculnya code-based Animation bernama Flex yang dikembangkan oleh developer Flash juga. Flex diusung untuk aplikasi web-based. Rupanya hal ini membuat Microsoft biduren(istilah jawa : bentol-bentol+gatal seluruh badan karena alergi) untuk menyainginya...akhirnya muncullah Microsoft Silver Light yang juga free license.
Dalam pikiran saya...hmmm...May I learn quick...yah..memang naluri manusivi inilah yang membuat kita kebingungan harus menekuni yang mana...well...paling tidak kita mengenal kulitnya saja sudah cukup...
yang pasti saat ini Flash tidak akan dikucilkan oleh Adobe untuk semakin "gila"...terbukti dengan akan dirilisnya Flash CS4 yang memberikan fitur-fitur yang memanjakan pengembang tanpa mengabaikan kreativitas mereka..
Kepercayaan ini dalam...Flash akan membuat semuanya flexible dengan menghadirkan "Light" baru untuk hidupku di tanah Java ini....
hail to Flash...