Kebanyakan orang tua berfikir mengenai efek negatif games yang merajalela bagi anak-anak mereka sehingga PR(pekerjaan rumah) menjadi terbengkalai. James Gee (Ketua Studi Literasi di Institut Mary Lou Fulton) memaparkan pendapatnya dalam sebuah simposium, "First-Person Solvers? Learning Mathematics in a Video Game," dalam pertemuan American Association for the Advancement of Science tanggal 17 Februari 2010.
Gee menjelaskan bahwa game dapat mengoptimalkan proses belajar melalui beberapa cara:
- Game memberikan informasi ketika diperlukan, tidak secara keseluruhan di awal. Contohnya pada pembelajaran klasik tentang ilmu pengetahuan, di awal akan dijelaskan semua informasi tentang ilmu pengetahuan terkait kemudian dilanjutkan dengan eksperimen. hal ini berbeda dengan Game, dimana kita sebagai pemain akan dibiarkan bereksperimen dahulu, jika dibutuhkan informasi maka muncullah informasi tersebut.
- Game menyuguhkan sebuah situasi "frustasi yang menyenangkan", tantangan yang dapat dilakukan siapapun.
- Banyak pengembang game membebaskan pemain untuk memodifikasi game tersebut dengan menambahkan level dan skenario baru dalam game tersebut.
Menurut Gee, jika game adalah sebuah sistem yang teratur dan jika ilmu pengetahuan berisi aturan-aturan maka game sangat mungkin dibangun menggunakan aturan-aturan dalam ilmu pengetahuan tersebut hingga sedalam-dalamnya.
Assesment telah menjadi isu yang kontroversial akhir-akhir ini. Dapat disimpulkan pula bahwa assesmen berada pada standar pengujian tertentu. Dalam Game, pembelajaran dan ujian adalah bagian yang tidak terpisahkan, game memberikan informasi dan mengumpulkan performa pemain secara berkesinambungan. Seperti contoh game online World of Warcraft, yang dimainkan oleh lebih dari 15 juta orang dari seluruh dunia telah mengumpulkan informasi mengenai pemain-pemain tersebut dalam statistik, dan seluruhnya dalam bentuk standar. Sehingga dengan Game akan terdapat penggabungan proses pembelajaran dan ujian sehingga membuat pendidikan jauh lebih murah dibandingkan sistem ujian yang terpisah yang membutuhkan industri sendiri.
Ide bagi pendidik agar belajar dari industri game semakin populer sejak tahun 2009. Indonesia saat ini mulai menuju sistem pendidikan yang (secara tidak resmi) didukung oleh game untuk meningkatkan minat belajar siswa-siswinya. Dengan Game maka Belajar yang Menyenangkan akan membuat pebelajar betah untuk belajar dan semakin ingin tahu apa kelanjutan game tersebut dalam hal ini adalah kelanjutan dari ilmu apa yang akan disuguhkan oleh game tersebut.
Ayo para Guru, Dosen, atau Instruktur Indonesia dan pengembang Game Indonesia bersatu! untuk membangun game edukasi sebagai sudut pandang baru pendidikan yang menyenangkan..
Ide bagi pendidik agar belajar dari industri game semakin populer sejak tahun 2009. Indonesia saat ini mulai menuju sistem pendidikan yang (secara tidak resmi) didukung oleh game untuk meningkatkan minat belajar siswa-siswinya. Dengan Game maka Belajar yang Menyenangkan akan membuat pebelajar betah untuk belajar dan semakin ingin tahu apa kelanjutan game tersebut dalam hal ini adalah kelanjutan dari ilmu apa yang akan disuguhkan oleh game tersebut.
Ayo para Guru, Dosen, atau Instruktur Indonesia dan pengembang Game Indonesia bersatu! untuk membangun game edukasi sebagai sudut pandang baru pendidikan yang menyenangkan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar